Ada cinta yang merayap di beton pabrik yang mengikis.
Tanyakan saja pada pekerja-pekerja, majikan,
dan mesin waktu yang menggerogoti hidup mereka.
Ada cinta... Ia mengendap, bersama sekelompok pemuda.
Menghisap gelap malam, menelanjangi hirarki.
Di parit dengan aroma neraka,
di balik jembatan tua,
dan lampu-lampu karatan kota.
Ada cinta yang menemani derap kaki segerombolan ibu-ibu,
gerobak terbalik, bergandengan dengan ban-ban terbakar,
dan dongeng tentang susu, sembako, dan minyak tanah.
Psst... Ada cinta di ujung jalan sana.
Bersetubuh dengan senyum lepas seorang waria setengah baya.
Menggenggam sebilah bayonet tipis nan kekar
berlapiskan pilihan hidup,
yang ia alirkan kedalam bacinnya air kencing.
Yang membasahi kepalsuan moral.
Karena...
Hanya pecinta yang tetap hidup
Di dunia yang mati ini...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar