Selasa, 29 April 2008
28 April 2008, At Last!
Minggu, 13 April 2008
Mitos Cinta dan Pecinta
Ada cinta yang merayap di beton pabrik yang mengikis.
Tanyakan saja pada pekerja-pekerja, majikan,
dan mesin waktu yang menggerogoti hidup mereka.
Ada cinta... Ia mengendap, bersama sekelompok pemuda.
Menghisap gelap malam, menelanjangi hirarki.
Di parit dengan aroma neraka,
di balik jembatan tua,
dan lampu-lampu karatan kota.
Ada cinta yang menemani derap kaki segerombolan ibu-ibu,
gerobak terbalik, bergandengan dengan ban-ban terbakar,
dan dongeng tentang susu, sembako, dan minyak tanah.
Psst... Ada cinta di ujung jalan sana.
Bersetubuh dengan senyum lepas seorang waria setengah baya.
Menggenggam sebilah bayonet tipis nan kekar
berlapiskan pilihan hidup,
yang ia alirkan kedalam bacinnya air kencing.
Yang membasahi kepalsuan moral.
Karena...
Hanya pecinta yang tetap hidup
Di dunia yang mati ini...
Kamis, 10 April 2008
Sekarang Jam 4 Pagi
Desingan peluru takkan sanggup membunuhku.
Bergumamlah..!! Maka kau kudengarkan.
Dan biarkan permainan ini segera berakhir.
Bayang-bayangku masih tetap tegak menyusur tanah,
terfragmentasikan...
Jiwa ini bagai robekan kertas berselimutkan kardus basah sisa tubuh bau pengemis tua.
Sekarang jam 4 pagi.
Aku lelah.. Aku butuh tidur!
Dimanjakan keyakinan akan sejuknya sebuah senyum
dan hangatnya janji akan harapan di pagi hari.
Tak ada yang ingin gelisah..
Sepotong cinta yang terlunta kini menagih asa.
Asa yang hanya diri kita yang mampu menggapainya..
Selamat pagi, jam 4 pagi ku...
Illegal Kontrol - You Can't Make An A-Rated Tempoyak From A Sour EYD
You Can't Make An A-Rated Tempoyak From A Sour EYD
==============================================
Dominative force of linguistic violence
thus condemn all the talented writers.... institutionalize words!!
E.Y.D., yes, call it as sweet as edy, but they're hungry like wolves
the haunting preface, systematic-analysis slave, contra-productive mammals evolve
Dominative force of linguistic violence
thus condemn all the talented writers.... institutionalize words!!
you may find it limitative but you still need all the charm-yet-elegant statistics
whoever create EYD surely have something to do with those -yes,those who wear black peci- economic bandits!
you can't call it personal since the definitions aren't yours
do you care about the language that doesn't contain the F-words?
when Budi and his type-of-Keluarga-Cemara way too idealistic to us no more
we breathe in the curriculum based on linguistic slavery to feed the status quo
write... write...
all you writer-wannabe,
from the indigenous people of Kubu all across Lintas-Sumatra
to a discontent woman stuck on her 5inch heels in a Semanggi skyscraper
just write!
* Ini bermula dari betapa terjebaknya aku dalam sistematisasi penulisan yang baku alias sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) untuk penulisan ilmiahku. aku kesulitan dalam mengembangkan ide-ide untuk diaplikasikan dalam bentuk tulisan, sejak terjadi benturan antara kebiasaan ku memahami model penulisan yang terdapat di bacaan-bacaan alternatif, seperti zine, sastra, dan tulisan-tulisan yang bersifat personal dengan model penulisan formal-baku yang bersifat kaku. ini tambah bermasalah ketika sejak masih SD hingga SMU, bahkan di Universitas, kurikulum bahasa Indonesia hampir tidak pernah berubah dan cenderung membosankan. sebagai contoh, pola pengajaran yang tidak partisipatoris, monoton, menjauh dari kenyataan dan penggunaan sampel Budi dan Keluarganya yang so-called ideal dan di sisi lain, menyempitnya, bahkan cenderung terbatas, definisi dari kata-kata yang realistik, seperti kemiskinan, penindasan, bajingan, keparat, dan kata-kata yang "mengganggu" lainnya. hingga pada akhirnya, kata-kata yang "mengganggu" itu hampir tidak mendapatkan tempat di dalam "khasanah" bahasa Indonesia yang baku, dan tercecer di dalam literatur-literatur personal. Lalu kemana perginya karakter tulisan sebagai bentuk ekspresi pribadi Budi dalam memahami kondisi nyata lingkungannya? setelah menurunnya intensitas dan frekuensi pembuatan karangan yang menceritakan lingkungan kita ditambah tercemarnya daya tangkap kita terhadap realitas akibat sampel Keluarga Cemara, penulisan-penulisan personal menduduki tempat-tempat minor yang sulit menyeruak dari dominasi infus EYD yang sudah menancap di tangan orang-orang. kembali ke sistematisasi penulisan yang limitatif itu, tidak heran jika kita melihat banyak orang yang kesulitan mengekspresikan diri dengan cara yang konstruktif dan sebagian kemudian lebih memilih cara yang destruktif, akibat terbelenggu dalam penjara EYD yang sumpah-bikin-hati-pikiran-dan-tindakan-ngga-sinkron-banget-sama-sekali (aku berani jamin kalo kalimat ini pasti ngga bakal ada di dalam kamus EYD, bahkan yang paling ekstensif sekalipun!) yeah, expression is personal, whether you accept it or not!
LAST MONTH'S RESUME
- KYLESA - Kylesa 7' EP
Rilisan pertama dari band “dirty sludge metal” Amerika. Masih kasar, dengan riff-riff sludge EYEHATEGOD bercampur dengan crust HIS HERO IS GONE ditambah noise-noise yang doom membuat musik band ini melampaui batas satu jenis genre musik. Yang menarik lagi, dari 4 personil band ini, tiga orang memegang posisi vokal, jadi dapat dibayangkan kemegahan sekaligus kegilaan yang ambient yang dihasilkan band ini.
Best Cut:"Tomorrow came far away. Another life, a different time. I fight, I die, awake." - Descend Within.
- DEAD KENNEDYS - Fresh Fruit For Rotting Vegetables
Ah, bagi para punks, siapa yang tidak tau dengan Dead Kennedys (DK) harusnya kembali mendengarkan SLANK. Kidding! Dengan kombinasi unik Biafra-EBR (Biafra = lirik, EBR = musik&sound) menjadikan musik mereka esensial dan mempengaruhi banyak musisi-musisi ke depannya. Album Fresh Fruit For Rotting Vegetables adalah album perdana band ini, dengan lagu-lagu seperti "Kill The Poor", "California Uber Alles", "Holiday In Cambodia", dan cover-version "Viva Las Vegas". Di sini Biafra menulis lirik-lirik politis dan pemberontakan terhadap sistem yang korup dengan gaya bak komedian sehingga menjadikannya tidak klise, belum lagi iringan musik yang cepat dan sound gitar khas EBR.
Best Cut: "Is a holiday in Cambodia. Where people dress in black. A holiday in Cambodia. Where you’ll kiss ass or crack. Pol Pot, Pol Pot, Pol Pot, Pol Pot, etc…. And it’s a holiday in Cambodia. Where you’ll do what you’re told. A holiday in Cambodia. Where the slums got so much soul." - Holiday In Cambodia
- FROM ASHES RISE - Nightmares
From Ashes Rise adalah band melodik d-beat/crust punk yang berpengaruh sama halnya dengan TRAGEDY, HIS HERO IS GONE, dan DEATHTREAT. Album ini adalah album terakhir mereka yang dirilis oleh Jade Tree. Band ini bubar pada tahun 2005 setelah melakukan tur dengan band punk legendaris Inggris, SUBHUMANS. Band ini jugalah yang banyak mempengaruhiku dalam proses pembuatan lagu-lagu untuk bandku, ILLEGAL KONTROL. Melodius, penuh dengan tempo-breaking, namun tetap dengan passion punk yang dalam. Dari lagu pembuka “Reaction” sampai lagu penutup “In a Free Land”, From Ashes Rise membuatku ingin keluar dan memecahkan kaca etalase toko Nike untuk kemudian berdansa.
Best Cut: “Now do you believe? In a course of annihilation, in a fervor of terror to take control of who we are, death by design, a plan of war. This is not make believe, this is so fucking real. This is war.” - In A Free Land
HARK! ITS A CRAWLING TAR-TAR! - Dorr Darr Gelapp Communiqué
Band heavy crust/d-beat dari Bandung ini udah lama bertengger di playlist ku. Sangat tidak membosankan. Kombinasi yang lentik dari HIS HERO IS GONE, RAMBO, dan NEUROSIS. Sound yang dihasilkan band inipun cemerlang, sempet tidak berpikir kalo band ini dari Indonesia. Lirikal, mengacu pada DK dan RAMBO, genius-yet-comical. Highly recommended!
Best Cut: “For every derogatory verbal signal transmission that you relay. You utterly diminishing empowerment that couldv'e been reinforced, by these intangible forces. The master's tool, can never dismantle the master's house.” - ...And This Is Supposed To Save Our Marriage, Kundang?
JEWEL - Pieces Of Me
Jewel adalah nostalgia untukku. Sebuah nostalgia akan tahun pertamaku berada di Lampung. Keseharianku ditemani oleh lagu-lagu dari album ini, jadi alangkah manisnya jika menjelang selesainya studiku di kota ini juga diakhiri oleh Jewel. Yeah, sebut aku sentimental! Di album ini, Jewel memang fantastik. Karakternya sebagai seorang penyanyi klub dengan hanya bermodal gitar akustik sangat terlihat di sini. Jewel juga merupakan artis yang multi-bakat; menulis puisi, mencipta lagu, berakting, dan melukis. Waw, andai dia yang menyenandungkan “You Were Meant For Me” di kala menjelang tidurku.
Best Cut: “Dreams last so long. Even after you're gone. I know, that you love me, and soon you will see. You were meant for me.. And I was meant for you” - You Were Meant For Me
REGINA SPEKTOR - Begin Hope
Aku tahu Regina Spektor ketika aku berkunjung ke kamar seorang teman, dimana saat itu sedang disetel lagu “Better” dari Regina. Aku langsung tertarik untuk meng-copy nya karena iramanya yang catchy dan aksen Inggris kentalnya. Beautiful songs after a long and hard day. Meskipun single yang terkenalnya adalah Summer In the City, tapi aku melihatnya itu hanya teaser saja, karena lagu-lagu seperti “Samson”, “On The Radio”, “Fidelity”, dan “Apres Moi” adalah salah satu dari personal hits ku dan itu benar-benar bagus.
Best Cut: “ Be afraid of the lame. They'll inherit your legs. Be afraid of the old. They'll inherit your souls. Be afraid of the cold. They'll inherit your blood." - Apres Moi
POLYESTER EMBASSY – Tragicomedy
Band yang merupakan kloning ISIS versi nge-popnya. Atmosfir yang dibangun per-lagu sangat baik, drone dan terkadang menghentak-hentak. Aku dapat CD ini dari temanku, Argy, setelah membaca revew musik dari band ini di salah satu majalah. Meskipun packagingnya mengecewakan, tapi secara musikal bagus. Tadinya aku bepikir akan mendapatkan sound-sound galau a la LAIN atau ZEKE & THE POPO, tapi ini jauh berbeda. Kekuatannya ada pada efek-efek ambience yang tercipta baik itu melalui gitar, maupun alat digital lain. Love to see them play live!
Best Cut: “Sleep for a while and speak no word. Hide for a while and show no face. Can't understand the conversation that you've made. Can't understand the introduction we first met. When orange turned yellow I'll be glad.” - Orange Is Yellow
LESLIES – Happy/MOCCA – I Remember/THE MONOPHONES - Rain Of July
Tiga lagu di atas ada di album soundtrack Catatan Anak Sekolah, tapi aku menggaris-bawahi tiga lagu ini sejak merekalah yang hampir selalu kusetel dibandingkan lagu-lagu yang lain yang terdapat di album itu. THE MONOPHONES dengan jazz yang up-beat dan sedikit sentuhan sound dari CAKE. LESLIES sendiri cerminan dari band-band brit-pop era 90an seperti SUEDE, SUPERGRASS, dan OASIS. Dan MOCCA, fukk, siapa yang ngga tau band ini, apalagi setelah My Diary nya yang fenomenal. Swing jazz bercampur dengan swedish-pop. Tiga lagu ini juga benar-benar menggambarkan keadaanku saat ini. Like its name, CATATAN AKHIR SEKOLAH.
Best Cut: “Do you remember when we dancing in the rain in that December. And I remember when my father thaught you were a burglar. As I remember all the things that we shared and the promise we’ve made, just you and I. And I remember all the laughter we shared, all the wishes we made upon the roof that dawn.” – I Remember
GITA GUTAWA - Self Titled
Teringat ketika aku menemani Budi ke Jakarta dengan mengendarai mobilnya. Setelah beberapa hari di sana, dan dalam perjalanan pulang ke Lampung, sepanjang jalan tol Jakarta-Merak dan angin malam menggantikan AC mobil yang tidak bisa dinyalakan berbarengan CD player, hanya suara Gita Gutawa yang menggantikan kelelahan kami berdua. Meski terlihat jelas peran ayahnya, Erwin Gutawa sangat dominan di album ini, tapi kualitas vokal dengan teknik opera-singing Gita terasa lembut di telinga dan hati yang letih akibat kesibukan. Saat itu juga, lingkungan sekelilingku berubah menjadi amphitheatre dimana lampu panggung menyorot Gita dan aku terdiam duduk bersandar melucuti rutinitas. Thx Bud for all the memories!
Best Cut: “Tak ada satupun masa seindah saat kita bersama. Bermain-main hingga lupa waktu mungkinkah kita kan mengulangnya. Tiada lagi tawamu yang selalu menemani segala sedihku. Tiada lagi candamu yang selalu menghinggap di saat ku lelah.” – Sahabat Kecilku
SYSTEM OF A DOWN – Mezmerize
Bayangkan kamu tinggal di tempat seseorang berhari-hari dan selama itu kamu mendengarkan lagu yang itu-itu saja? Yep, Mesmerize lah yang menjadi hantu untukku selama aku tinggal di tempat temanku. Awalnya aku anggap musik SOAD tidak terlalu istimewa. Musik yang jalur eksplorasinya telah menggamit lengan dari industri pop. Lama-kelamaan, aku diledakkan oleh apiknya aransemen yang dibangun di tiap-tiap lagunya sehingga membuatnya bernyawa. Progresif, riff-riff yang penuh, kaya beat dan permainan gitar Daron yang liar. Departemen lirik bercerita mengenai kehidupan masyarakat Amerika dan kultur modernnya. Jadi pengen tahu lebih album-album mereka yang terdahulu..
Best Cut: “Welcome to the soldier side where there’s no one here but me. People all grow up to die. There’s no one here but me.” – Soldier Side
Short Story Of Illegal Kontrol
visit our myspace at: www.myspace.com/illegalkontrol



